UNSIQ dan UNIDA Perkuat Kerja Sama Akademik melalui MoU, Seminar Bahasa Arab, dan Debat AI






Wonosobo, 13 Oktober 2026 – Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo menerima kunjungan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) dalam rangka memperkuat kerja sama akademik dan pengembangan keilmuan, khususnya dalam bidang bahasa Arab. Kegiatan ini diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua universitas, seminar bahasa Arab, serta debat berbahasa Arab yang mengangkat isu perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran bahasa Arab.
Penandatanganan MoU menjadi langkah strategis bagi kedua perguruan tinggi dalam membangun sinergi kelembagaan dan membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan kompetensi mahasiswa. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik kedua universitas sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seminar bahasa Arab yang menghadirkan dua narasumber, yaitu Ustadzah Muthmainnah Choliq, S.Ag., M.Pd. dari Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) dan Dr. Chairani Astina, M.Pd. dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UNSIQ. Seminar ini menjadi ruang berbagi wawasan, pengalaman, dan gagasan mengenai pengembangan pembelajaran bahasa Arab di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan debat berbahasa Arab yang mengangkat tema “Perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) Memberikan Manfaat yang Lebih Besar daripada Dampak Negatifnya dalam Pembelajaran Bahasa Arab.” Tema tersebut relevan dengan perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi proses pembelajaran, termasuk dalam penguasaan keterampilan berbahasa Arab.
Melalui debat ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Arab, menyampaikan argumentasi secara sistematis, berpikir kritis, serta menanggapi pandangan yang berbeda dengan menggunakan bahasa Arab. Selain itu, pembahasan mengenai AI mendorong mahasiswa untuk melihat peluang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sekaligus memahami tantangan dan dampak negatif yang perlu diantisipasi.
Kunjungan akademik ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara UNSIQ dan UNIDA, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kemajuan teknologi.
Melalui kolaborasi semacam ini, FITK UNSIQ terus berupaya mendorong terciptanya lingkungan akademik yang dinamis, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan kompetensi mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.
