PEKAN BAHASA ARAB #2

Pada tanggal 14 Desember 2018, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS-PBA) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo menyelenggarakan acara Pekan Bahasa Arab. Pekan Bahasa Arab adalah sebuah agenda tahunan yang mewadahi kreatifitas mahasiswa Program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Acara yang dipawangi oleh Alif Dzulqornain, mahasiswa semester 5 yang kebetulan sebagai sebagai ketua umum acara ini, mampu menggemparkan kampus UNSIQ, lebih tepatnya Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Dengan adanya acara ini, seluruh mahasiswa PBA dalam setiap jenjangnya dapat mengembangkan minat dan bakat. Dengan dukungan dari seluruh dosen Pendidikan Bahasa Arab, acara ini dapat berjalan dengan lancar. Terutama Kaprodi PBA, Ibu Chairani Astina,M.Pd. selalu setia menemani dan membimbing para mahasiswanya dalam rangka tersukseskannya acara ini. Selain untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, acara ini juga menjadi sebuah momentum penting, karena dengan terselenggaranya acara ini dapat mengumpulkan seluruh dosen program studi Pendidikan Bahasa Arab guna mempererat silaturahim, baik antar dosen maupun silaturrahim antar mahasiswa yang selama ini masih berjarak. Dengan tema yang diusung oleh panitia pada pekan bahasa Arab periode ini yaitu “BAHASA SEBAGAI WASILAH PENYATU UMAT”. Tema tersebut dimaksudkan bahwa bahasa arab atau bahasa kedua yang dipelajari oleh mahasiswa dalam perkuliahan, dapat menyatukan umat manusia dalam berbagai strata sosial kemasyarakatan. Dalam program pekan bahasa Arab ini, banyak lomba yang dapat dijumpai, yakni; puisi, pidato, baca berita, debat, Insya’ (penulisan), membaca kitab kuning, kaligrafi dan menyanyi. Semua lomba itu dikontestasikan dalam bahasa arab. Acara ini juga bisa dikatakan sebagai pentas seni atau unjuk ekspresi kebahasaan yang dikuasai mahasiswa antar semester. Di sisi lain, acara ini dapat dijadikan refreshing atau hiburan namun tetap dalam koridor materi pembelajaran, karena mereka dituntut menggunakan bahasa arab dengan baik dan benar. Selain memupuk rasa kekeluargaan, mereka pun bisa merasakan dan menghayati sebuah bi’ah lughoh guna mempraktekan ilmu yang telah mereka pelajari.

Acara pekan bahasa tahun ini begitu spesial, karena hampir bersamaan dengan Hari Bahasa Arab Internasional yang bertepatan pada tanggal 18 Desember 2018. Perayaan Hari Bahasa Arab Internasional ini, panitia rangkap dalam satu paket acara pekan bahasa arab 2018 yang dilaksakan selama dua hari beturut-turut, yakni pada hari kamis dan jum’at, tanggal 13-14 Desember 2018. Untuk perayaan hari bahasa arab internasional tahun ini, Pada Hari Jumat, 14 Desember 2018, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) mengadakan Kuliah Pakar bersama Bapak Dr. Muhajir, M.SI. ekspertis pembelajaran bahasa Arab yang tergabung dalam IMLA (Ittihad Mudarris al-Lughoh al-Arobiyyah) merupakan salah seorang dosen favorit di  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Walau memiliki jam terbang yang tinggi nan padat, syukur Alhamdulillah beliau bersedia hadir di acara kuliah pakar tersebut. Tema kuliah pakar yang diangkat adalah “PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA ARAB GENERASI MILENIAL”. Judul yang menarik untuk dikupas, di samping karena audiensnya adalah mahasiswa generasi milenial, juga karena tema ini menjadi tema hangat di kalangan akademisi akhir-akhir ini. Beliau tidak hanya mengupas tuntas Model-model pembelajaran bahasa arab, melainkan juga menganalisis problematika sekaligus solusi penyikapan menghadapi masalah-masalah mahasiswa generasi milenial.

Pada penghujung acara Pekan Bahasa Arab 2018 ini, ditutup dengan pembagian hadiah lomba-lomba yang terselenggara pada hari sebelumnya. Penutupan acara ini adalah satu momen yang sangat ditunggu oleh para mahasiswa, karena momen ini akan menjadi momen bersejarah untuk mereka, terutama yang menjadi pemenang dan juara perlombaan. Mereka mendapatkan nilai yang sesuai dengan jerih payah yang telah mereka perjuangkan sejak sebelum mengikuti hingga lomba selesai. Peraih juara umum pada Pekan Bahasa Arab periode kali ini adalah semester 1 yang diketuai oleh Panji. Meski hadiah yang mereka terima tidak sebesar perlombaan pada umumnya, namun hadiah tersebut menjadi sebuah bukti bahwa tidak ada sedikit pun ilmu dan perjuangan yang sia-sia serta menjadi bukti yang mengonter mainstream masyarakat luas bahwa bahasa arab bukanlah bahasa yang sulit. (Khayyu AM, Jurnalis HMPS; Mahasiswa PBA 3)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *