PENANDATANGAN MoA UNSIQ DAN UNIVERSITAS ELEKTRONIK ARAB SAUDI

Belajar Bahasa Arab online, langsung dari orang Arab Saudi, dan gratis. Tawaran itulah yang dibawa Universitas Elektronik Arab Saudi yang Jumat (28/9) pagi telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan 44 universitas dari seluruh Indonesia dan Ikatan Pengajar Bahasa Arab se-Indonesia (IMLA), di rektorat Universitas Negeri Malang.

Tak terkecuali, Universitas Sains Al-Quran, yang dihadiri oleh Bapak Rektor, Dr. KH. Mochotob Hamzah, MM. , adalah salah satu di antara PTS yang pada pagi hari itu juga ikut menandatangani MoA dengan Universitas Elektronik Arab Saudi. Selain menghadiri kerjasama dan penandatanganan MoA, pada siang harinya, digelar sosialisasi dan pelatihan singkat program belajar bahasa Arab berbasis online yang diwakili oleh ketua UPT Bahasa, Bp. Asep Sunarko, M.Pd. dan Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Bp. Rifqi Aulia Rahman, M.Pd.I.

Pembelajaran Bahasa Arab sebenarnya bukan sesuatu yang baru di Indonesia. Populasi umat muslim yang sangat besar, membuat anak-anak mulai dikenalkan bahasa yang sering disebut Bahasa Alquran ini sejak dini, ketika di sekolah dasar.
Pun, bukan kali ini Kerajaan Arab Saudi memainkan peran dalam menyebarkan dan mengajarkan Bahasa Arab kepada para non penutur asli. Cukup banyak program kursus, pelatihan guru dan dosen, seminar dan lainnya yang sudah diselenggarakan. Tak hanya di Indonesia namun juga di berbagai negara lain di dunia.

Namun, program pendidikan Bahasa Arab dari Universitas Elektronik Arab Saudi ini menawarkan sesuatu yang baru. Rektor Universitas Elektronik Arab Saudi Prof Dr Abdullah bin Abdul Aziz al-Musa menjelaskan, Program Bahasa Arab Online (Arabic Online) ini merupakan pembelajaran berbasis elektronik dan merupakan pendidikan jarak jauh.

“Siapapun bisa belajar Bahasa Arab melalui program ini, di manapun mereka berada, sepanjang ada akses internet,” kata Abdullah saat memberikan sambutan dalam acara tersebut (27/9).

Kurikulum Arabic Online dibuat sesuai model pendidikan terpadu, di mana 75 persen siswa belajar mandiri berbasis elektronik dan sisanya 25 persen menghadiri kelas melalui sistem kelas virtual. Siswa juga bisa memilih waktu kelas virtual ini disesuaikan dengan jadwal keseharian.

Sistem pembelajaran Arabic Online, lanjutnya, didesain dengan sistem Eropa dalam pembelajaran bahasa. Muatan pembelajarannya meninggalkan metode pengajaran tradisional dan cetak. Untuk memudahkan siswa dalam belajar, sudah disiapkan 792 video interaktif, 12 ribu file audio, 6.320 gambar-gambar untuk pelajaran dan 10.076 latihan.

Abdullah mengatakan, ia belum tahu akan ada berapa mahasiswa dari 44 perguruan tinggi itu yang nantinya tertarik untuk mengikuti Arabic Online. Namun ia menjamin, kapasitas server pembelajaran online ini mampu menampung lebih dari 25 ribu peserta didik. “Untuk 30 ribu peserta didik pun, kami siap,” tandasnya.

Di samping kerjasama dalam pembelajaran Bahasa Arab secara online, poin kerjasama juga mencakup tes standar Bahasa Arab atau Test of Arabic as Foreign Language (TOAFL). TOAFL ini mirip seperti TOEFL untuk Bahasa Inggris.  “Kami berharap program ini dapat berjalan dan dimanfaatkan dengan maksimal oleh perguruan tinggi yang sudah meneken kerjasama hari ini,” tandasnya. Ia optimis, sistem pembelajaran berbasis elektronik ini dapat berdampak dan memberikan pengaruh positif pada kualitas pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia.  “Bahasa Arab menjadi sangat penting dipelajari, tak hanya dalam kepentingan keagamaan saja, tetapi juga untuk berkomunikasi secara global seperti bahasa internasional lainnya,” imbuh Prof. Dr. Imam Asrori, Ketua Umum IMLA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *